Visa yang difasilitasi

By Fauzi Ahmad Kamil 29 Jan 2021, 17:58:54 WIB

Jenis Visa Yang Akan Difasilitasi oleh LPK HII

Saat ini LPK HII hanya akan memfasilitasi siswa/i hikari untuk mendapatkan 3 jenis Visa yaitu : 1. Visa Technical Intern Training (Ginou Jishu), 2. Visa Keahlian Khusus (Tokutei Ginou), 3. Visa Engineering.

1.    Visa Technical Intern Training / Pemagangan/ Trainee / Ginou Jisshu

Jenis Visa Technical Intern Training atau dikenal dengan Ginou Jisshu dalam bahasa Jepang, merupakan visa yang dibuat oleh Pemerintah Jepang dengan tujuan untuk mempromosikan kerja sama Internasional yang dilakukan dengan transfer keahlian, teknik, dan pengetahuan untuk mengembangkan sumber daya manusia suatu daerah. Pemilik visa ini dikenal dengan Pemagang (trainee/ginou jisshusei).

Pemagang masuk ke Jepang dengan status tinggal sebagai Technical Intern Training (i) pada tahun pertama. Setelah masa berlaku visa ini selesai, pemagang bisa mengajukan untuk mengubah visanya menjadi Technical Intern Training (ii) dengan melewati tes keahlian (skill). Bila lulus, pemagang akan mendapatkan perpanjangan masa tinggal sebanyak dua tahun. Pemagang yang telah menyelesaikan visa Technical Intern Training (ii) bisa mengajukan visa Technical Intern Training (iii) melalui tes yang telah ditentukan. Pemagang yang lulus akan mendapatkan perpanjangan masa tinggal sebanyak dua tahun.

Pada tahap penggantian visa ini, pemagang diharuskan pulang ke negara asal selama lebih dari satu bulan. Perlu diketahui bahwa bisa tidaknya mengubah status visa dari Technical Intern Training (ii) ke (iii) tergantung pada masing-masing industri dan perusahaan terkait.

Dengan menggunakan visa Technical Intern Training, jika ditotal maka pemagang dapat menjadi ahli di bidang yang digelutinya selama lima tahun.

Dua Jenis Penerimaan Pemagangan

Ada dua jenis penerimaan pemagangan, yaitu penerimaan berbasis perusahaan tunggal (a) yaitu Pemagang adalah karyawan sebuah perusahaan yang dikirim untuk meningkatkan keterampilan mereka di anak perusahaan yang berbasis di Jepang; dan (b) Penerimaan berbasis Lembaga Pengawas yaitu yang menerima pemagang adalah Asosiasi Penerima di Jepang melalui Lembaga Pengirim di Luar Negeri yang melakukan perekrutan, pembelajaran, pengurusan visa untuk pemagang. Sekitar 96 persen dari pemagang di Jepang merupakan pemagang tipe (b).

Cara Menjadi Peserta Pemagangan (Ginou Jisshusei) melalui LPK HII

Untuk menjadi peserta pemagangan tipe (b) melalui LPK HII ada tahapan yang harus dilalui oleh siswa/i yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan di LPK HII. Tahapan-tahapan tersebut yaitu:

  1. Pendaftaran (Online/Langsung),
  2. Seleksi Persyaratan Administrasi,
  3. Cek Fisik,
  4. Psikotes,
  5. Tes Bahasa Jepang,
  6. Tes Ketahanan Tubuh,
  7. Wawancara oleh Tim LPK HII,
  8. Medical Check-up,
  9. Pengumuman Penerimaan,
  10. Pendidikan Pra Bahasa Jepang,
  11. Wawancara dengan Perusahaan Penerima,
  12. Tanda Tangan Kontrak Kerja dengan Perusahaan Penerima,
  13. Pendidikan Pra Keberangkatan,
  14. Pembuatan Pasport,
  15. Pengurusan Dokumen,
  16. Keluar Eligibility,
  17. Pembuatan Visa,
  18. Berangkat Ke Jepang.


PENJELASAN:

  1. Melakukan Pendaftaran

Calon siswa/i yang ingin menjadi siswa/i LPK HII harus melakukan pendaftaran. Cara pendaftaran bisa dengan mengisi formulir lewat online melalui situs https://bit.ly/hikarirekrutmen ataupun mengisi formulir pendaftaran langsung ke kantor LPK HII (gratis). Angkatan baru biasanya dibuka setiap dua bulan sekali ataupun tergantung permintaan/kebutuhan dari Lembaga Pengawas. Kelas baru akan dilaksanakan apabila peserta yang lulus seleksi sudah memenuhi kuota minimal 15 orang / kelas.

Syarat Pendaftaran:

    1. Pria/Wanita (WNI)
    2. Usia 18 – 30 Tahung
    3. Lulusan SMA/SMK/MA/D3/S1
    4. Tinggi badan minimal 160 cm (Pria), 155 cm (Wanita
    5. Berat badan minimal 50 Kg
    6. Tidak Buta Warna
    7. Tidak Berkacamata
    8. Tidak bertato dan bertindik
    9. Tidak memiliki cacat tubuh, termasuk proporsi bentuk tubuh
    10. Tidak ada Patah tulang/bekas patah tulang
    11. Tidak memiliki penyakit kulit (panu, kadas, kurap, dll)
  1. Tes Psikotes Terdiri dari:

– Tes Psikotes

– Tes Matematika dasar

  1. Tes Ketahanan Tubuh

– Lari 15 menit

– Push Up 35 kali

– Sit Up 25 kali

  1. Medical Check-up

Diarahkan untuk melaksanakan MCU di Rumah Sakit/Laboratorium Klinik yang telah ditunjuk/diakui oleh LPK HII. Medical Checkup terdiri dari : Pemeriksaan darah, urine, mata,paru-paru, narkoba, asam urat, ginjal, HIV/AIDS dll.

  1. Daftar Ulang

Setelah dinyatakan lolos MCU, calon Siswa/i membayar biaya daftar ulang. Siswa akan mendapatkan formulir dan persyaratan administasi yang harus diserahkan dan mendapatkan Modul Materi Dasar Pra Pendidikan dan Pelatihan.

  1. Menyerahkan Persyaratan Administrasi

Calon siswa/i menyerahkan secara langsung (tidak diwakilkan) semua Persyaratan Administrasi ke kantor LPK HII sampai akhir batas waktu yang ditentukan yang sudah dimasukan kedalam amplop coklat. Berikut Persyaratan Administrasi yang harus diserahkan:

    1. Surat Permohonan mengikuti program pemagangan/kerja ke Jepang
    2. Fotocopy KTP
    3. Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
    4. Fotocopy Akte Kelahiran
    5. Fotocopy Ijazah SD, SLTP, SLTA, dan D3/S1
    6. Sertifikat latihan kerja minimal 160 jam pelajaran atau pengalaman kerja dibidang teknik minimal 6 bulan bagi lulusan non teknik. Bagi lulusan SMK/STM (mesin, otomotif, listrik, elektronika, las, teknik industri, bangunan, juru gambar, kimia, teknik jaringan computer) TIDAK dipersyaratkan. Catatan: Bagi yang belum memiliki Sertifikat Latihan Kerja harus membuat surat pernyataan bersedia untuk mengikuti latihan kerja/magang di tempat yang ditunjuk LPK HII sesuai bidang pekerjaan yang diperlukan perusahaan penerima)
    7. Surat keterangan sehat dari dokter
    8. Surat izin orang tua/wali/istri
    9. Surat Rekomendasi dari Kelurahan setempat untuk mengikuti program magang ke Jepang
    10. Surat pernyataan mengikuti Program Magang ke Jepang bermaterai 6000
    11. Surat pernyataan belum pernah ikut Program Magang ke Jepang bermaterai 6000
    12. Pas Photo 4×6 cm dan 3×4 cm berwarna merah @ 5 lembar

(Semua format persyaratan administrasi sudah disiapkan oleh LPK HII) Kelengkapan dan keaslian dokumen Persyaratan Administrasi akan diperiksa oleh Tim LPK HII.

  1. Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Jepang

Setelah melengakapi persyaratan administrasi yang ditentukan siswa/i mengikuti pendidikan dan pelatihan bahasa jepang selama +/- 6 bulan. Pendidikan ini terdiri dari Pendidikan Pra Bahasa selama 2 minggu, meliputi pengajaran huruf Hiragana, katakana, Kata Sapaan/Salam (Aisatsu), Perkenalan diri (jikoshoukai), Kosa Kata Sehari-hari dll.

Kemudian dilanjutkan pendidikan dan pelatihan bahasa jepang untuk mencapai kemampuan Level N4 ini ditargetkan dapat dicapai dalam waktu masimal 6 bulan. Siswa/i LPK HII diwajibkan untuk mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang level N4 baik itu JLPT atau JFT Basic.

  1. Wawancara dan Tes Dengan Perusahaan Penerima,

Setelah masuk menjadi siswa/i LPK HII maka siswa/i tersebut akan diikutsertakan mengikuti Wawancara dengan Perusahaan Penerima di Jepang sesuai kebutuhan, peminatan dan keahlian siswa/i meskipun masih dalam tahap pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang.

  1. Tanda Tangan Kontrak Kerja dengan Perusahaan Penerima,

Jika lulus dari hasil wawancara dan tes dengan Perusahaan Penerima maka dibuatkan kontrak kerja antara siswa/i dengan Perusahaan Penerima.

  1. Pendidikan Pra Keberangkatan

Siswa/i yang sudah mendapatkan Perusahaan Penerima wajib mengikuti pelatihan dan pendidikan pra keberangkatan sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan sambil pengurusan dokumen untuk keberangkatan.

  1. Pembuatan Pasport,

Setelah memiliki kontrak kerja dengan Perusahaan Penerima dan mendapatkan surat rekomendasi dari disnakertrans kota maka siswa/i LPK HII diharuskan membuat Pasport 48 Halaman dengan masa berlaku 5 tahun dengan biaya sendiri.

  1. Pengurusan Dokumen

Selanjutnya Persyaratan Administrasi yang sudah dikumpulkan ditambah dengan Daftar Riwayat Hidup (yang dibuatkan LPK HII), Hasil Medical Checkup, Pasport, dikumpulkan semuanya untuk dilakukan Pengurusan Dokumen oleh LPK HII yang meliputi permohonan izin tinggal (Eligibility), Pengajuan Visa, dan lain-lain yang membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 5 bulan. Setelah Eligibility (izin tinggal) keluar dari imigrasi Jepang, maka siswa/i diwajibkan membayar seluruh biaya untuk proses pemberangkatan. Jika biaya pemberangkatan belum diselesaikan sampai tuntas maka siswa akan ditunda keberangkatannya.

  1. Berangkat Ke Jepang.

Pemberangkatan ke Jepang akan dilaksanakan setelah pembayaran biaya untuk proses pemberangkatan selesai dan waktunya akan ditentukan oleh LPK HII.

 

2. Visa Keahlian Khusus (Tokutei Ginou)

Pada April 2019, Pemerintah Jepang mengeluarkan visa jenis baru yang disebut dengan “Specific Technical Skill Visa” / Visa Keahlian Khusus / Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik / Tokutei Ginou..

Bagi yang belum pernah menjadi pemagang di Jepang, visa ini bisa didapatkan dengan mengikuti tes bahasa Jepang dan tes kemampuan pada 14 sektor Industri yang ditawarkan.

Dan bagi pemagang yang telah menyelesaikan Technical Intern Training (ii) dengan baik, bisa mengambil Visa Pekerja Berketerampilan Spesifik ini tanpa melalui tes bila sektor industri yang dikerjakan sama. Dengan mengambil visa ini, pemagang bisa lanjut tinggal di Jepang tanpa harus pulang ke negara asal terlebih dahulu.

Dengan kata lain, pemagang yang telah menyelesaikan Technical Intern Training (ii) jadi memiliki dua pilihan visa untuk melanjutkan tinggal di Jepang yaitu melanjutkan ke visa Technical Intern Training (iii) atau visa Pekerja Berketerampilan Spesifik (Tokutei Gino).

Namun perlu diperhatikan bahwa pemagang hanya bisa mengambil visa Pekerja Berketerampilan Spesifik dengan sektor industri yang sama. Bila sektor industrinya berbeda pemagang harus mengikuti tes dari awal.

Cara mendapat Visa Keahlian Khusus (Tokutei Ginou)

  1. Calon pekerja yang belum pernah menjadi Technical Intern Training / Pemagang / Trainee / Ginou Jisshusei

Untuk memperoleh Visa Keahlian Khusus, calon pekerja yang belum pernah menjadi ‘Technical Intern Training’ harus lulus dalam tes kemampuan Bahasa dan tes keahlian / keterampilan terlebih disamping memenuhi persyaratan Ginou Jisshusei seperti terlampir diatas.

Untuk tes Bahasa Jepang akan dilaksanakan oleh Japan Foundation dimana isi dari tes tersebut lebih terpusat pada kemampuan komunikasi atau percakapan yang dibutuhkan dalam pekerjaan yaitu Test JFT-Basic. Selain test JFT-Basic bisa menggunakan hasil tes kemampuan bahasa Jepang JLPT setara Level N4 dan N3.

Adapaun tes kemampuan atau keterampilan yang harus diikuti terdiri dari 14 jenis pekerjaan yaitu: 1. Pembangunan, 2. Pertanian, 3. Pembuatan Kapal, 4. Perikanan, 5. Pembuatan bahan makanan dan minuman, 6. Perawat, 7. Pembersih bangunan, 8. Restoran, 9. Penginapan, 10. Material Industri, 11. Industri mesin, 12. Teknik listrik, 13. Penerbangan, 14. Pemeliharaan mobil. Siswa/i harus mengikuti tes keterampilan sesuai dengan jenis pekerjaan Perusahaan Penerima.

2. Calon pekerja yang sudah pernah menjadi Ginou Jishusei

Bagi yang sudah pernah menjadi Ginou Jisshusei dan ingin kembali bekerja di Jepang menggunakan jenis Visa Tokutei Ginou ini maka harus mendaftarkan diri ke LPK HII dan harus menyerahkan semua persyaratan yang diperlukan, diantaranya:

  1. Laki-laki ataupun Perempuan
  2. Melampirkan CV yang sama dengan saat dia masuk ke Jepang sebelumnya
  3. Ex Gino Jisshusei
  4. Usia Maksimal 40 tahun
  5. Melampirkan sertifikat JITCO (Lulus Level 2)
  6. Sertifikat Bahasa Jepang Minimal Level N4
  7. Sehat Jasmani maupun rohani
  8. Persyaratan Administrasi seperti Ginou Jisshusei

Catatan: Bagi Eks-Jisshu yang ingin kembali bekerja ke Jepang dengan jenis pekerjaan atau perusahaan yang sama tidak harus mengikuti tes keterampilan.

 

3. Visa Engineering

Jenis visa ini adalah untuk seseorang yang melakukan aktivitas pekerjaan yang menggunakan keterampilan atau pengetahuan mengenai bidang ahli teknik, ilmu sastra dan layanan Internasional. Seseorang yang ingin bekerja di Jepang dengan visa ini harus mempunyai kontrak kerja dengan perusahaan penerima di Jepang dan harus memperoleh izin visa kerja dari biro Imigrasi Jepang. Biro imigrasi akan mengeluarkan izin visa kerja seperti “Engineer / Specialist in Humanity / International Services “, “Skilled Labor “, “Intra-company Transferee ” dll kalau seseorang itu sudah memenuhi syarat menurut peraturan imigrasi Jepang.

Cara Mendapatkan Visa Engineering

Bagi orang Indonesia yang ingin bekerja ke Jepang menggunakan Visa Engineering harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:

  1. Persyaratan wajib (harus dipenuhi)
    1. Menyelesaikan Pendidikan Diploma 3 / D3 atau strata 1 / S-1 bidang studi teknik (Teknik Elektro. Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Teknik Komputer, Teknik Metalurgi, dll. ) yang berkenaan dengan jurusan teknik.
    2. Menyelesaikan pendidikan SMK/SMA sederajat tetapi memiliki pengalaman kerja minimal 10 tahun.
    3. Ada Perusahaan Penerima di Jepang, bisa Perusahaan saat Kenshu (bagi yang pernah menjadi Jishusei) ataupun perusahaan lain.
    4. Memiliki Paspor RI aktif.
    5. Bukan termasuk daftar Black-list/daftar hitam, karena dideportasi.
  2. Persyaratan Tambahan (kalau ada lebih baik/tidak harus dipenuhi)
    1. Sertifikat JITCO (bagi Ex-Jepang)
    2. Sertifikat IMM (bagi Ex-Jepang)
    3. Sertifikat ujian Kenshu ke Jitsu (bagi Ex-Jepang)
    4. Sertifikat Nihongo Noryoku Shiken level 3 / 3-kyu (bagi Ex-Jepang) dan bagi yang umum (bukan Ex-Jepang).
    5. Sertifikat berbagai macam kursus antara lain: Bahasa Inggris, komputer, menggambar teknik / AutoCAD (bagi Ex-Jepang) dan bagi yang umum.
    6. Surat Pengalaman Kerja di Jepang (bagi Ex-Jepang)
    7. Surat Pengalaman Kerja ditempat lain, bagi yang sudah pernah bekerja sebelumnya (bagi Ex-Kenshu) dan bagi yang umum.
    8. Surat Keterangan Kerja, bagi yang masih aktif bekerja (Bagi Ex-Jepang) dan bagi yang umum.

Untuk persyaratan wajib, harus betul-betul dipenuhi, sedangkan untuk persyaratan tambahan, apabila ada sangat lebih baik untuk menunjang penilai dari pihak Imigrasi Jepang karena hasilnya mutlak keputusan pihak Imigrasi tersebut.

Semua persyaratan ini digunakan untuk mengajukan dokumen ke Imigrasi Jepang untuk mendapatkan COE (Certificate Of Eligibility) dengan status Engineer kode N. Setelah COE keluar, biasanya periode 1 tahun, yang pada saat 2 bulan sebelumnya bisa diperpanjang menjadi 1 atau 3 tahun langsung, tergantung kebijakan imigrasi pada saat itu.

Kelebihan Visa Engineer:

  1. Bisa membawa istri atau anak untuk tinggal bersama di Jepang.
  2. Bisa mengemudi mobil atau motor, dengan catatan memiliki SIM resmi dari Jepang.
  3. Bisa mengundang Keluarga yang ingin melakukan kunjungan/travel ke Jepang.
  4. Bisa pindah tempat kerja, apabila mendapat pekerjaan di tempat lain yang lebih baik, tidak seperti Kenshu yang tidak bisa pindah tempat kerja.
  5. Bisa bernegosiasi masalah gaji.